Newsroom

Informasi Terbaru & Siaran Pers

Cara kamu bantu kami membantu petani

CROWDE adalah platform pemodalan petani dengan sistem crowd-lending. Kami selalu berupaya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong masyarakat untuk melakukan pemodalan.

Kami siap menceritakan lebih banyak tentang CROWDE, sapa kami melalui:

Press Release Terakhir Kami

Indofood Ambil Hasil Panen Petani CROWDE di Cianjur & Lampung

Permasalahan terpelik untuk para petani yang sudah memiliki modal adalah penjualan hasil panennya. Saat tengkulak yang memodali usaha mereka, petani merasa aman walau harga belinya cenderung sangat rendah. Namun, saat petani tidak mendapat permodalan dari tengkulak, permasalahan akses ke pasar mulai muncul. CROWDE melihat permasalahan ini kemudian berujung ke masalah lain, seperti masalah penggudangan hasil panen yang terlalu lama hingga terjadi pembusukan. Berangkat dari permasalah tersebut, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. menjalin kerjasama dengan pihak CROWDE dan para petani. Terhitung sejak bulan April kemarin, kerjasama yang terjalin adalah pembelian secara rutin yang dilakukan oleh perusahaan Indofood atas hasil panen cabai para petani CROWDE di Cianjur dan Lampung. Tidak tanggung-tanggung, hasil panen yang masuk ke pabrik pengolahan Indofood bisa mencapai 8 sampai 10 ton per bulan. Cabai hasil panen tersebut akan diolah menjadi barang jadi siap pakai, seperti saus sambal kemasan, cabai bubuk, sampai produk sambal rumahan.  Dengan adanya kerjasama ini, para petani CROWDE tidak lagi memusingkan soal pemasaran hasil panen mereka. Karena sudah ada pihak yang secara rutin membelinya. Pihak Indofood juga tidak tanpa alasan memilih petani mitra CROWDE sebagai partner penyedia bahan baku industri mereka. Kira-kira alasannya kenapa, ya? Penasaran? Yuk, simak ulasannya berikut! Proses budidaya sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Petani cabai di Cianjur dan Lampung mendapat pengawasan langsung dari pihak CROWDE sehingga dapat dipastikan proses budidaya yang berjalan sesuai dengan standarnya. Terlebih untuk pemakaian bibit, pupuk, atau pestisida sekalipun, menggunakan perhitungan sesuai standar budidaya cabai, bukan hanya sekedar perkiraan. Sehingga, kualitas hasil panen jadi lebih baik, serta bisa sesuai dengan standar pabrik Indofood. Kepercayaan yang sudah diberikan harus terus dijaga dan itu juga menjadi tanggung jawab CROWDE.     Memiliki pola tanam yang sudah tertata Jadwal tanam cabai di Cianjur dan Lampung sudah terorganisir dengan baik. Para petani mengikuti timeline yang sudah dibuat oleh pihak CROWDE. Agar ketersediaan hasil panen bisa selalu mencukupi kebutuhan bahan baku pabrik Indofood. Dengan adanya jadwal tanam, juga memudahkan CROWDE mengatur budidaya petani. Sehingga petani bisa secara teratur dan berkesinambungan melakukan proses tanam. Pendapatan rutin juga bisa mereka peroleh dari adanya budidaya yang telah tertata ini.     Punya akses modal usaha Petani cabai di Cianjur dan Lampung adalah mitra CROWDE. Dengan begitu, mereka akan mendapat akses permodalan yang dapat membantu kelancaran usaha budidaya petani. Modal usaha akan diberikan sesuai kontrak kemitraan dan petani wajib mengikuti jadwal pembudidayaan yang telah disepakati. Dengan begitu, budidaya cabai bisa terus berjalan tanpa kendala masalah modal usaha.   Ketika petani cabai di Cianjur dan Lampung telah mendapat pembeli yang pasti setiap bulannya, mereka jadi lebih bersemangat melakukan budidaya. Bayangkan investasimu bukan hanya berbuah return berupa profit, tapi kamu juga bisa bantu menciptakan sistem food chain yang lebih baik untuk masyarakat yang terlibat di dalamnya. Ayo, terus dukung usaha petani Indonesia untuk lebih berkembang. Kamu bisa mulai dengan modal fleksibel, kapanpun, dan dimanapun. Akses di sini!    The post Indofood Ambil Hasil Panen Petani CROWDE di Cianjur & Lampung appeared first on Crowde Blog.

Musim Kemarau Masih Panjang, Berikut 5 Komoditas yang Baik Dibudidayakan

Satu lagi informasi buat kamu yang belum tau, nih! Info ini berkaitan dengan ramalan cuaca. BMKG memprediksi musim hujan akan jatuh di bulan Oktober, namun nyatanya mundur, lho! Ya, ini diakibatkan oleh adanya gangguan anomali iklim di Samudera Hindia berupa fenomena Dipole Mode Positif yang membuat musim hujan jatuh di bulan November. Keterlambatan selama 30 hari hingga bulan November membuat kita masih tetap berada di musim kemarau yang cenderung kering.  Meski musim kemarau, tapi kamu merasa nggak suhu udara semakin dingin? Ternyata itu disebabkan oleh suhu muka air laut yang lebih dingin dari kondisi normalnya di wilayah Samudera Hindia bagian timur, atau barat Sumatera bagian selatan dan selatan Jawa.  Menghadapi musim kemarau yang dingin seperti ini, ada, kok, komoditas yang tepat untuk dibudidayakan. Apa saja? Yuk, simak ulasannya berikut! Tomat Ya, ini dia salah satu komoditas yang sangat cocok dibudidayakan saat musim kemarau. Sebab, tanaman tomat akan rentan terserang penyakit bila media tanamnya tergenang air/becek. Sehingga lebih baik tidak dibudidayakan saat musim hujan. Tapi, tanaman tomat juga akan berwarna kekuningan bila ditanam dalam kondisi suhu udara yang tinggi (di atas 30 derajat celcius). Namun, bila suhu udara stabil di antara 24 – 26 derajat Celcius, warna merah tomat akan semakin cantik. Itu mengapa, cocok sekali bila dibudidayakan saat musim kemarau yang dingin, seperti sekarang ini. Tanaman tomat juga masih membutuhkan intensitas matahari yang cukup setiap harinya, yaitu 10 – 12 jam per hari.   Labu siam Komoditas yang satu ini memang membutuhkan banyak air, namun tidak berlebihan atau sampai menggenang. Labu siam bisa tumbuh subur tanpa memerlukan perawatan yang rumit. Tidak masalah bila ditanam di dataran rendah sekalipun asal memiliki pasokan air yang cukup. Suhu udara yang baik untuk tanaman labu siam berkisar antara 18 – 27 derajat celcius. Dan, apabila labu siam ditanam di suhu udara yang lebih tinggi akan menghasilkan buah yang lebih manis. Labu siam sudah bisa dipanen setelah berumur 50 – 60 hari dari masa tanamnya. Terong Tanaman lain yang tidak tahan ditanam di lahan yang tergenang air ialah terong. Sehingga membuat tanaman terong baik dibudidayakan saat musim kemarau. Suhu udara yang baik berkisar antara 22 – 30 derajat celcius dengan intensitas matahari yang cukup. Terong kemudian dapat dipanen setelah berumur 70 – 80 hari dari masa tanam.   Ubi jalar Sudah nggak asing lagi kalau tanaman umbi-umbian memang sangat cocok dibudidayakan saat musim kemarau. Lahan yang digunakan sebagai media tanam harus kering. Suhu optimal untuk membudidayakan ubi jalar adalah berkisar antara 21 – 27 derajat celcius. Tanaman ubi jalar juga membutuhkan pencahayaan matahari yang optimal, yaitu 11 – 12 jam per hari. Kacang kedelai   Komoditas ini baik ditanam saat musim kemarau dengan kondisi lahan yang kering. Suhu udara yang baik untuk membudidayakan kedelai antara 25 – 27 derajat celcius dengan pencahayaan sinar matahari penuh selama minimal 10 jam per hari. Dan, kedelai bisa dipanen saat telah berumur 75 – 90 hari dari masa tanam.   Nah, karena musim kemarau masih akan panjang, memberi pengaruh pada komoditas dominan yang akan dibudidayakan petani, yang nggak akan jauh-jauh dari 5 komoditas di atas. Untuk meminimalisir risiko di proyek permodalan budidaya petani, kamu bisa memilih komoditas yang cocok ditanam saat musim kemarau. Karena bagaimanapun, petani tetap membutuhkan bantuan permodalan untuk bisa bertahan melewati musim kemarau ini. Kamu bisa temukan proyek budidayanya di sini. Yuk, bareng-bareng bantu petani! The post Musim Kemarau Masih Panjang, Berikut 5 Komoditas yang Baik Dibudidayakan appeared first on Crowde Blog.

Ini Dia Cara CROWDE Menjaga Fluktuasi Harga Jual Hasil Panen Petani

Sudah bukan rahasia umum lagi, kalau harga jual hasil panen sangat fluktuatif. Itu mengapa, agar tidak merugi, industri retail ataupun pabrik diharap bisa mengambil hasil panen petani. Karena dengan cara tersebut, harga jual hasil panen jadi cenderung stabil dan masih di atas biaya modal tanam. Hanya saja masalahnya, setiap industri retail dan pabrik memiliki spesifikasi grade tertentu dari hasil panen petani yang akan diambilnya. Sedangkan, petani juga menghasilkan spesifikasi grade hasil panen yang berbeda-beda.  Masalah tidak hanya sampai di situ, tempo pembayaran yang lama dari pihak retail dan pabrik, nyatanya juga menyulitkan keberlanjutan usaha petani. Sehingga, permasalahan fluktuasi harga jual masih membayangi para petani di Indonesia. Kemudian, untuk mengatasi permasalahan tersebut, CROWDE hadir dengan berupaya mencarikan pembeli (supermarket/pabrik) untuk bisa membeli hasil panen petani secara periodik dan jangka panjang. Sebelumnya, CROWDE juga akan melakukan riset untuk mengetahui spesifikasi grade dari masing-masing pembeli yang akan dituju supaya dapat mencocokan dengan hasil panen petani. Nah, untuk persoalan spesifikasi grade komoditas hasil panen, CROWDE kemudian bermitra dengan para pengepul (offtaker) untuk bisa menyortir komoditas hasil panen petani sesuai dengan spesifikasi grade para pembelinya. Lalu, pengepul juga akan bertanggung jawab atas penjualan hasil panen yang tidak lulus sortiran pabrik, serta supermarket.  Untuk itu, pengepul yang diajak bermitra harus memiliki kemampuan menyortir yang baik. Agar bisa sesuai dengan standar spesifikasi pabrik dan supermarket, serta dapat dipercaya. Dengan begitu, pembinaan tidak hanya berhenti sampai di petani sebagai pelaku utama, namun juga memberi edukasi ke pihak pengepul seputar standar penilaian spesifikasi grade dari para pembeli hasil panen petani. Saat ini, CROWDE telah bantu menyalurkan hasil panen petani kentang di Dieng ke salah satu brand retail market di Indonesia. Selain itu, juga bantu menyalurkan hasil panen ubi ungu para petani di Majalengka ke pabrik eksportir keripik ubi ungu dalam negeri. Sedangkan, untuk masalah tempo pembayaran yang lama, CROWDE akan membantu memberi akses permodalan agar petani dapat terus menjalankan usaha taninya tanpa harus menunggu pembayaran dari pabrik maupun supermarket terlebih dulu. Seperti, CROWDE yang memberi akses permodalan untuk tempo pembayaran penjualan cabai petani dan edamame ke Lottemart. Sehingga selama menunggu proses pembayaran dari pihak Lottemart, para petani tersebut tetap bisa terus menjalankan usaha budidayanya. Buat kamu yang juga ingin membantu memberikan solusi dari beragam persoalan yang dihadapi petani, bisa temukan caranya di sini! The post Ini Dia Cara CROWDE Menjaga Fluktuasi Harga Jual Hasil Panen Petani appeared first on Crowde Blog.

Peran Toko Pertanian Bagi Mitra Petani CROWDE

Toko pertanian punya peran yang besar dalam mensukseskan usaha budidaya petani. Karena bisa menjadi sarana pemberi informasi yang dibutuhkan petani demi kelancaran usaha budidayanya. Membantu petani mengambil keputusan yang lebih baik agar budidaya petani bisa berjalan lebih efektif dan efisien. Lalu, apa bentuk peran toko pertanian bagi petani mitra CROWDE? Simak ulasannya di bawah ini, yuk!  Partner bagi petani Apabila petani menghadapi kendala seputar penggunaan suatu produk, pemilik toko pertanian bisa bantu menyelesaikannya. Apalagi pemilik toko pertanian juga telah mendapat edukasi seputar produk pertanian yang dijualnya dari distributor (penyalur produk). Sehingga mereka bisa memberi rekomendasi produk terbaik ataupun alternatif sesuai kebutuhan petani. Melalui aplikasi TONI, berbagai informasi terkait spek dan fungsi produk yang dijual di toko pertanian akan tercantum di dalamnya. Sehingga petani bisa mendapat edukasi tentang produk sebelum membeli. Pemilik toko juga bisa menjadikan aplikasi TONI sebagai panduan penjualan produk ke petani. Ketika misalkan petani ingin membeli produk A tapi stok kosong, petani bisa mencari produk sejenis melalui informasi yang tercantum di aplikasi TONI. Begitupun dengan pemilik toko, mereka bisa memberi rekomendasi produk lain yang memiliki fungsi sama dengan yang dicari oleh petani sesuai dengan informasi yang tertera di dalam aplikasi.  Mengetahui tren suatu produk CROWDE akan membantu toko pertanian menginventarisir produk-produk yang akan dijual di tokonya. Dengan sistem pencatatan yang teratur akan membantu untuk mengetahui peningkatan penjualan suatu produk tertentu. Misalkan, di Toko Pertanian A di daerah Bandung penjualan akan produk insektisida mengalami peningkatan di bulan Mei. Dari data tersebut dapat diketahui pada bulan Mei, penyakit tanaman yang disebabkan oleh serangga sedang tren dan harus diwaspadai. Sehingga petani di daerah lain akan menjadikan informasi tersebut sebuah patokan agar mereka bisa melakukan tindak pencegahan. Dengan begitu, dapat mengurangi risiko kegagalan budidaya petani.    Tren produk juga berguna untuk meminimalisir pengeluaran budidaya petani. Dengan pemilihan produk yang tepat guna, kegiatan budidaya petani jadi lebih efisien. Tidak ada pengeluaran yang sia-sia. Alhasil, keuntungan yang diperoleh petani jadi lebih besar.   Tingkatkan kesejahteraan petani  Toko pertanian berperan meningkatkan tingkat keberhasilan budidaya karena bisa memberi input ke petani seputar penggunaan produk yang tepat guna. Selain itu, juga membantu mengendalikan fluktuasi harga jual hasil panen. Melalui toko pertanian, informasi seputar persebaran jadwal tanam di berbagai wilayah, bisa dengan mudah diketahui. Misalkan, toko pertanian di daerah Bandung menyuplai bibit cabai ke petani di bulan Januari. Dengan begitu, daerah lain bisa mulai menanam cabai lagi di bulan Februari. Agar waktu panen tidak berbarengan yang membuat harga jual anjlok. Adanya pengaturan jadwal tanam, membuat harga jual hasil panen petani tetap stabil. Tidak hanya itu, toko pertanian juga bisa memberi informasi seputar produk unggulan yang sebaiknya digunakan petani agar panen yang dihasilkan sesuai dengan harapan.     Saat ini sudah ada lebih dari 100 toko pertanian yang bekerjasama dengan CROWDE dari 1600 toko pertanian yang sedang dalam proses, untuk menyalurkan berbagai kebutuhan budidaya petani. Dan, pengguna aktif aplikasi TONI dalam satu bulan terakhir adalah sebanyak 54 toko pertanian. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat usaha pertanian di Indonesia semakin maju dan berkembang. Kalau kamu ingin ikut memberi dukungan, caranya mudah. Temukan di sini! The post Peran Toko Pertanian Bagi Mitra Petani CROWDE appeared first on Crowde Blog.

Media Kit

Unduh media kit CROWDE dengan klik tautan dibawah ini

Media yang Percaya dan Mempublikasikan Kami