Newsroom

Informasi Terbaru & Siaran Pers

Cara kamu bantu kami membantu petani

CROWDE adalah platform pemodalan petani dengan sistem crowd-lending. Kami selalu berupaya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong masyarakat untuk melakukan pemodalan.

Kami siap menceritakan lebih banyak tentang CROWDE, sapa kami melalui:

Press Release Terakhir Kami

Pemuda Lulusan SD dan Mantan Preman Ini Sukses Jadi Petani Panutan

Bagas Suratman adalah salah satu pemuda yang berprofesi sebagai petani dan berhasil menjadi petani panutan Kementerian Pertanian. Telah menjalani belasan jenis pekerjaan, mulai dari kondektur angkutan umum, porter bandara, hingga penjual sayur dan buah. Dia juga hobi berjudi dan pernah menjadi preman. Akhirnya, perjalanan panjang tersebut mengantarkan menjadi petani sukses meski hanya seorang tamatan Sekolah Dasar (SD). Hingga saat ini, Bagas telah memiliki lahan seluas 26 ha yang terletak tidak jauh dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Bagas berhasil menyulap lahan kosong menjadi lahan penghasil sayur dan buah yang memasok kebutuhan pasar tradisional dan supermarket di wilayah Jabodetabek. Omzetnya per hari bisa mencapai Rp 15 juta. Namun, itu semua bisa tercapai tidak tanpa halangan. Di saat perekonomian sudah membaik, di tahun 2007 tiba-tiba lahan pertanian Bagas terlalap banjir di saat akan panen. Kerugian yang menimpanya tidak membuatnya menyerah dan Bagas pun kembali bangkit.    Untuk menjalankan lahan pertaniannya, Bagas mempekerjakan para anak muda di daerah sekitar yang juga ternyata adalah mantan preman. Ditambah dengan beberapa pendatang dari daerah lain yang sulit mendapatkan lapangan pekerjaan. Bagas memberikan bimbingan seputar budidaya dan penjualan hasil panen. Hingga setelah itu, Bagas tidak ragu untuk mengajak mereka langsung bekerja di lahan pertaniannya. Ternyata, mereka pun tertarik dan senang menjalankan pekerjaan sebagai petani. Bahkan, profesi itu telah mereka lakoni selama kurang lebih lima tahun. Apa yang dilakukan oleh Bagas nyatanya membuahkan hasil. Mereka tidak lagi tertarik berkeliaran di jalanan, minum-minuman keras, atau berbuat kejahatan. Mereka sangat menikmati pekerjaan dan profesi barunya sebagai petani. Bahkan banyak anak buah Bagas yang telah mandiri, membangun usaha pertanian sendiri di daerahnya masing-masing. Bagas hanya ingin membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Dan, bisa bermanfaat bagi banyak orang. Bagas juga beranggapan, jika petani yang didominasi oleh petani usia lanjut tidak diteruskan, lalu siapa yang akan menjalankan sektor pertanian tanah air? Harus ada keterlibatan generasi muda untuk juga tertarik ke sektor pertanian. Dengan memberi pengetahuan serta keterampilan kepada para pemuda, agar mereka juga bisa tertarik untuk menjadi petani. Cara lain yang mungkin bisa dilakukan untuk mengajak pemuda Indonesia agar tertarik menjadi petani adalah dengan menunjukkan langsung adanya prospek cerah di sektor pertanian. Memberi penyuluhan yang mendalam untuk mengurangi risiko gagal panen sehingga sektor pertanian bisa memberikan kondisi yang lebih pasti. Serta, keterampilan bertani sebaiknya tidak hanya sekedar teori, namun memberi praktik langsung merupakan pola pengajaran yang paling baik. Dengan semakin banyaknya anak muda Indonesia yang tertarik untuk terjun ke sektor pertanian, semakin terjamin ketahanan pangan nasional. Sistem pertanian tidak lagi bergantung kepada petani usia lanjut. Bahkan beragam inovasi bisa diciptakan untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas hasil panen. Sehingga hasil produksi bahan pangan Indonesia selalu berlebih dan layak ekspor. Untuk kamu yang setuju mendukung generasi muda tanah air untuk ikut terlibat dalam sektor pertanian, bisa memulainya dari sini! Enggak pake susah, hanya butuh kemauan kok!   Terima kasih telah peduli pada petani Indonesia dengan membaca artikel CROWDE. Agar kami dapat menyajikan konten yang sesuai dengan kebutuhan kamu, mohon bantu kami mengisi survey berikut ini. The post Pemuda Lulusan SD dan Mantan Preman Ini Sukses Jadi Petani Panutan appeared first on Crowde Blog.

Cara Memikat Generasi Muda untuk Bekerja di Sektor Pertanian

Pembahasan seputar Indonesia darurat petani muda, sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Mengetahui hal tersebut, tentu pemerintah tidak tinggal diam. Harus ada upaya yang dilakukan untuk menarik minat generasi muda ke sektor pertanian. Agar pertanian di negara kita tidak mati. Bayangkan kalau Indonesia sudah tidak lagi bisa menghasilkan bahan pangannya sendiri dan harus mengimpor semuanya dari luar negeri. Pasti banyak penduduk Indonesia yang kelaparan karena harga bahan pangan jadi serba mahal. Untuk itu, masih ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menarik generasi muda terjun ke sektor pertanian. Berikut CROWDE jabarkan lewat ulasan berikut, simak yuk! Dengan cara mengembangkan agrowisata Generasi muda tidak begitu tertarik untuk mengembangkan tanaman pangan. Mereka yang menyukai hal baru, pasti selalu penasaran untuk mencoba hal yang baru pula. Seperti, mencoba mengembangkan usaha agrowisata. Perpaduan antara pertanian/perkebunan dengan pariwisata bisa memberi tambahan ilmu pengetahuan kepada masyarakat seputar pertanian dan perkebunan dengan cara yang lebih fun. Masyarakat diajak untuk bisa mencoba langsung hasil panen perkebunan petani. Sembari memberi hiburan, masyarakat juga diajak untuk mengetahui asal-usul sumber panganan mereka sehari-hari. Agrowisata bisa menjadi cara baru bagi petani muda untuk mendapatkan penghasilan selain dari hanya menjual hasil taninya. Dan, kawasan agrowisata di Indonesia cukup mampu menarik perhatian, terutama bagi masyarakat perkotaan yang jenuh dengan kebisingan kota, serta polusi. Juga bermanfaat sebagai sarana pendidikan bagi anak-anak usia dini, maupun tingkat lanjut. Dengan mengembangkan agrowisata, generasi muda dituntut tidak hanya mengerti seputar pertanian/perkebunan, namun juga harus bisa menjalankan manajemen pertanian modern untuk menjadi agropreneur handal. Mengarahkan ke budidaya hortikultura dan perbenihan Pemerintah juga mendukung pengembangan produksi benih unggul. Ditunjukkan dengan anggaran yang digelontorkan pemerintah sebesar Rp2,1 triliun. Nantinya, keberhasilan pengembangan benih unggul tersebut akan dibagikan kepada petani secara gratis. Karena benih unggul ini merupakan temuan baru, generasi muda akan lebih tertarik dan tertantang untuk membudidayakannya hingga berhasil. Terlebih untuk tanaman hortikultura khususnya rempah-rempah yang bernilai ekspor tinggi. Sub sektor hortikultura bisa menarik generasi muda karena dinilai mampu memberikan keuntungan lebih besar. Kalau untuk tanaman pangan, generasi muda bisa diarahkan untuk berbudidaya padi organik. Yang nanti akan menghasilkan beras organik. Beras organik tergolong lebih sehat dan bisa dijual dengan harga lebih tinggi. Saat ini pun, peminatnya sudah cukup banyak. Seiring dengan makin tingginya tingkat kesadaran masyarakat Indonesia untuk menjalankan pola hidup sehat. Generasi muda juga bisa mencoba usaha olahan produk biofarmaka Selain hortikultura, generasi muda juga akan tertarik mengembangkan produk olahan biofarmaka. Biofarmaka adalah tanaman yang bermanfaat untuk obat-obatan, kosmetik, dan kesehatan. Nantinya, produk olahan biofarmaka bisa berbentuk aromaterapi, sirup, gula semut, teh herbal, bahkan bisa menjadi bumbu dapur. Selain bisa menarik minat generasi muda untuk mengembangkan sesuatu yang baru, usaha olahan biofarmaka ini mampu memberikan keuntungan finansial yang cukup besar bagi petaninya. Kalau berandai-andai menjadi petani, mana usaha budidaya yang ingin kamu jalankan? Generasi muda Indonesia harus berdaya. Mampu menghargai kemampuan dirinya dengan mau melakukan banyak hal yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Bukan hanya cuek dan tinggal diam saja. Bila kamu belum bisa ikut serta menjalankan aktivitas pertanian secara langsung, masih ada cara lain yang bisa kamu lakukan kok! Seperti, membantu budidaya para petani dengan memberikan mereka permodalan untuk usahanya. Caranya juga mudah, lho. Kamu tinggal menemukannya di sini! Terima kasih telah peduli pada petani Indonesia dengan membaca artikel CROWDE. Agar kami dapat menyajikan konten yang sesuai dengan kebutuhan kamu, mohon bantu kami mengisi survey berikut ini. The post Cara Memikat Generasi Muda untuk Bekerja di Sektor Pertanian appeared first on Crowde Blog.

Cerita Petani yang Tertarik Memproduksi Kopi Karena Manfaatnya

Ngopi sudah menjadi tren gaya hidup masyarakat Indonesia. Penggemarnya sangat banyak, dan bahkan menjadi minuman wajib di pagi hari. Indonesia menjadi negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia. Tidak heran bila komoditas ini sangat mudah ditemukan di tanah air. Banyak juga bermunculan kopi-kopi lokal yang berasal dari para petani di berbagai daerah. Harga segelas kopi siap minum bisa menjadi mahal ketika kamu membelinya di coffee shop. Bila kamu bisa membuatnya sendiri, pasti kamu bisa lebih menghemat pengeluaran. Tidak ada salahnya bila kamu sering minum kopi. Yang salah, kalau tradisi minum kopi sampai merugikan keuangan-mu. Karena kenyataannya, minum kopi sendiri punya banyak manfaat bagi tubuh. Enggak percaya? Yuk, simak ulasannya berikut ini! Dapat memperbaiki mood Tidak heran bila banyak orang yang tertarik minum kopi di pagi hari. Karena kandungan kafein pada kopi mampu membuat otak bekerja lebih baik. Terlebih saat kamu baru bangun tidur di pagi hari dan harus lanjut kembali bekerja. Minum kopi bisa menjadi shortcut untuk mengembalikan fungsi otak setelah kamu tidur selama kurang lebih 6 jam. Secara otomatis, dapat menghilangkan rasa kantuk dan membuat kamu kembali fokus. Ditambah, dengan meminum kopi dapat meningkatkan produksi dopamin dan norepinefrin yang mampu memperbaiki mood jadi lebih baik. Sehingga, pagi hari kamu bisa kembali ceria dan semangat untuk beraktivitas.    Menambah energi bagi tubuh Kandungan kafein pada kopi dapat meningkatkan adrenalin dalam darah. Sehingga bermanfaat memacu pemberian stimulus pada sistem saraf. Metabolisme tubuh juga akan meningkat menjadi 3 – 11%. Terlebih bila kamu mengkonsumsi kopi tanpa gula. Tubuh akan terasa lebih berenergi dan lebih bersemangat. Yang sangat disayangkan bila energi tersebut tidak dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas positif, seperti bekerja atau berolahraga. Itu mengapa, minum kopi menjadi suatu keharusan yang dilakukan banyak orang sebelum mereka berangkat kerja setiap harinya. Meredakan sakit kepala   Saat sakit kepala, pembuluh darah jadi membengkak dan menyebabkan aliran darah tidak lancar. Kafein dapat melancarkan aliran darah dan membuat rasa sakit kepala mereda. Tapi ini berlaku untuk sakit kepala ringan akibat peradangan. Bila sakit kepala yang dirasa lebih intens, kamu tetap harus minum obat. Bahkan menurut peneliti di Department of Emergency Medicine yang dilansir dari situs sasamecoffee.com, kopi aman dikonsumsi bersama obat pereda nyeri, seperti acetaminopen, aspirin, atau ibuprofen. Hebatnya lagi, kopi dapat meningkatkan efektifitas obat tersebut hingga 40%. Cerita seorang produsen kopi… Karena banyaknya manfaat dari kopi yang membuat hidup manusia jadi lebih baik, petani satu ini sangat tertarik untuk memproduksi komoditas kopi. Dia adalah Fariz Ghifari. Petani muda asal Garut, Jawa Barat memproduksi komoditas kopi hingga siap untuk dipasarkan. Fariz mengambil bahan baku berupa biji kopi mentah, hasil budidaya terbaik petani setempat. Untuk kemudian diolah menjadi produk biji kopi Garut siap pakai. Fariz punya semangat dan tekad yang kuat untuk bisa memperkenalkan kopi Garut ke seluruh Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri. Berani mengambil risiko dengan meninggalkan profesi lamanya sebagai seorang pilot untuk menjadi petani kopi. Fariz sendiri adalah seorang penggila kopi. Namun, dia ingin agar kegilaannya terhadap kopi tidak lantas merugikannya, tapi justru bisa mendatangkan keuntungan. Fariz sangat menyadari bahwa komoditas kopi memiliki peluang pasar yang menggiurkan. Karena sejuta manfaat yang terkandung di dalam kopi, membuat kopi banyak dibutuhkan. Itu mengapa dia selalu optimis bisa mengembangkan usahanya menjadi lebih maju, dan mampu meningkatkan perekonomian di daerahnya. Upaya yang dilakukan Fariz ternyata berhasil menaikkan tingkat kesejahteraan petani di Garut. Dengan mengangkat produk lokal untuk bisa dikenal oleh penduduk Indonesia, bahkan mampu go international. Begitu banyak generasi muda tanah air, harusnya tidak hanya Fariz yang bisa. Dibutuhkan kemauan dan tekad yang bulat untuk bisa jadi bermanfaat bagi banyak orang. Tidak ada kata tidak mungkin bila kamu mau berusaha. Daripada waktumu habis hanya untuk melakukan hal yang sia-sia, kenapa tidak melakukan sesuatu yang bisa mendatangkan perubahan. Tidak harus selalu dimulai dari hal yang besar, bisa kok dimulai dari hal yang kecil dulu! Kalau hal yang kecil saja sudah bisa memberikan dampak positif bagi orang lain, kenapa kamu masih enggak mau melakukannya? Temukan caranya di sini! Tunggu apa lagi? Terima kasih telah peduli pada petani Indonesia dengan membaca artikel CROWDE. Agar kami dapat menyajikan konten yang sesuai dengan kebutuhan kamu, mohon bantu kami mengisi survey berikut ini. The post Cerita Petani yang Tertarik Memproduksi Kopi Karena Manfaatnya appeared first on Crowde Blog.

Media Kit

Unduh media kit CROWDE dengan klik tautan dibawah ini

Media yang Percaya dan Mempublikasikan Kami