Newsroom

Informasi Terbaru & Siaran Pers

Cara kamu bantu kami membantu petani

CROWDE adalah platform pemodalan petani dengan sistem crowd-lending. Kami selalu berupaya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong masyarakat untuk melakukan pemodalan.

Kami siap menceritakan lebih banyak tentang CROWDE, sapa kami melalui:

Press Release Terakhir Kami

Strategi Kementan Menuju Swasembada Bawang Putih Tahun 2021

Pemerintah optimis bisa mencapai swasembada bawang putih di tahun 2021. Meski perjalanan untuk mencapai cita-cita tersebut tidaklah mudah. Mengingat, hingga saat ini pemerintah masih sangat bergantung dengan bawang putih hasil impor. Yang bahkan, sebanyak 95% dari total kebutuhan dalam negeri berasal dari impor. Sedangkan, 5% sisanya berasal dari produksi dalam negeri yang difokuskan untuk kebutuhan benih tanam. Lalu, bagaimana strategi pemerintah untuk mencapai swasembada bawang putih di tahun 2021 mendatang? Pemerintah kemudian membuat peraturan wajib tanam dan memproduksi bawang putih sebanyak 5% dari pengajuan kuota impor kepada para importir. Peraturan ini telah diberlakukan sejak tahun 2017, hingga saat ini pun masih berjalan. Luas lahan yang berhasil ditanam oleh para importir hingga saat ini sudah mencapai 5.934 ha. Yang mana, hasil dari 1 ha lahan bawang putih, paling sedikit menghasilkan 9 ton dan paling banyak 19 ton bawang putih. Jumlah tersebut sudah melebihi target yang diberikan oleh Kementan, yaitu sebanyak 6 ton per 1 ha lahan. Meski para importir bukanlah petani yang terbiasa bercocok tanam, mereka diperbolehkan menjalin kerja sama dengan kelompok tani dalam negeri. Hal ini dapat menguntungkan petani dalam negeri karena langsung mendapat suntikan modal untuk menjalankan usaha pertanian. Tujuan lain dari strategi ini adalah menciptakan business opportunity bagi para importir untuk bermetamorfosis dari seorang importir menjadi pengusaha bawang putih. Tidak berhenti sampai disitu, pemerintah (Kementan) juga berupaya menggenjot produksi bawang putih lokal di lebih dari 100 kabupaten di Indonesia melalui dana APBN. Tahun ini, secara nasional akan ditanam bawang putih paling tidak di lahan seluas 25.000 ha. Terdiri dari lahan sumbangan APBN seluas 10.425 ha, lahan wajib tanam importir seluas 8.000 ha, dan sisanya lahan dari investor dan swadaya masyarakat. Bayangkan bila dalam 1 ha lahan bisa menghasilkan paling tidak 9 ton, berarti dengan lahan seluas itu akan menghasilkan 225.000 ton bawang putih tahun ini. Pemerintah optimis menargetkan menanam bawang putih di lahan seluas 100.000 ha di tahun 2021. Sehingga di tahun tersebut, dapat dihasilkan bawang putih paling tidak sebanyak 1 juta ton. Dengan begitu, kebutuhan nasional akan bawang putih yang sebanyak 40.000 ton per bulan bisa tercukupi selama satu tahun, bahkan masih surplus. Jadi, bukan tidak mungkin, kan, Indonesia menjadi negara swasembada bawang putih? Yuk, ikut dukung pemerintah mengupayakan hal tersebut agar terwujud dengan berpartisipasi bantu petani di sini! Tunggu apa lagi?    The post Strategi Kementan Menuju Swasembada Bawang Putih Tahun 2021 appeared first on Crowde Blog.

Rayakan Peringatan Hari Keluarga Nasional Bersama CROWDE

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari Ayah, Ibu, dan Anak. Dimana mereka berkumpul dan tinggal di satu atap yang sama. Lalu, apa arti keluarga bagi kamu? Ya, benar! Keluarga membuat kamu selalu merasa terlindungi, tempat kamu kembali, serta tempat kamu belajar tentang cinta dan kasih sayang. Namun, tidak hanya sampai di situ, keluarga juga butuh penghidupan. Karenanya, tidak jarang sosok Ibu juga harus ikut membantu Ayah mencari penghasilan untuk menghidupi keluarganya.  Seperti, para petani wanita yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) di Bali ini. Melalui Balai Belajar Bali (BBB), para wanita tani bisa mendapat sumber penghasilan yang layak. Dengan tujuan untuk membantu suami mereka, agar keluarganya bisa hidup lebih sejahtera. Para wanita tani ini menjalankan sistem pertanian organik untuk menghasilkan produk-produk, seperti beras organik, virgin coconut oil, dan teh beras merah. Mereka ikut terlibat hingga ke proses akhir sampai produk tersebut siap dipasarkan. BBB sendiri merupakan wadah bagi para anggota Komunitas Organik Indonesia (KOI). Disana mereka bisa berbagi ilmu, keahlian, serta pengalaman mengembangkan sistem pertanian organik. Mengingat, Bali dikenal memiliki tradisi pertanian organik berbasis budaya terbaik di Indonesia. Karena alasan tersebut, tidak heran bila Provinsi Bali sedang bersiap menuju Bali Agriculture Tourism yang fokus mengembangkan sistem pertanian organik di dalam negeri. Selain dapat menjadikan sistem pertanian berkelanjutan, produk organik juga sangat baik bila dikonsumsi oleh seluruh keluarga di Indonesia.    Dan, untuk memperingati Hari Keluarga Nasional yang jatuh pada tanggal 29 Juni, CROWDE ingin memberi penghargaan kepada para wanita tani yang dimotori oleh BBB tersebut, dengan memberikan promo spesial berikut: Permodalan 5jt-9,99jt untuk Hadiah Teh Beras Merah Organik Permodalan 10jt-19,99jt untuk Hadiah Juruh (Gula Aren) dan Teh Beras Merah Organik Permodalan 20jt-29,99jt untuk Virgin Coconut Oil Premium Permodalan >30jt akan mendapatkan tiket PP ke Bali beserta agrowisata 2 hari 1 malam bersama CROWDE x BBB (hanya untuk 5 orang pertama) Para wanita tani memang kuat, tapi untuk terus kuat merupakan tantangan tersendiri. Yuk, ikut #TanamkanKebaikan untuk tularkan kekuatan untuk mereka dan BBB! Kebaikanmu untuk Kekuatannya, Mau Mulai? *promo dimulai dari tanggal 25 Juni hingga 8 Juli 2019 *promo tidak berlaku kelipatan *promo berlaku untuk permodalan di proyek CROWDE mana pun *pengumuman pemenang hadiah hampers dan tiket jalan-jalan melalui email *permodalan dihitung akumulatif selama periode promo berlangsung The post Rayakan Peringatan Hari Keluarga Nasional Bersama CROWDE appeared first on Crowde Blog.

Bersama Balai Belajar Bali, CROWDE Ikut Memajukan Sistem Pertanian Organik

Balai Belajar Bali (BBB) menjadi wadah bagi para anggota Komunitas Organik Indonesia (KOI) untuk berbagi ilmu, keahlian, dan pengalaman mereka dalam mengembangkan sistem pertanian organik. Balai Belajar Bali berlokasi di daerah Tabanan yang berhasil menciptakan beberapa produk hasil pertanian organik. Salah satunya adalah beras organik yang diberi nama Beras Selaras Alam. Selain beras, ada juga virgin coconut oil, dan teh beras merah. Balai Belajar Bali juga memberdayakan Kelompok Wanita Tani di daerah tersebut. Sehingga, seluruh proses pertanian hingga menjadi produk jadi, banyak melibatkan peran petani wanita. Produk-produk tersebut dikelola secara home industry, menggunakan bahan baku dari hasil pertanian di daerah Tabanan. Di sana, para petani mulai diarahkan untuk menjalankan program sawah ramah lingkungan. Yang pada akhirnya, bisa menghasilkan produk organik yang baik bagi manusia yang mengkonsumsinya, juga bagi lahan tempat menjalankan aktivitas pertanian. Kelestarian lingkungan bisa lebih terjaga karena petani berupaya menggunakan pupuk dan pestisida alami tanpa bahan kimia sintetis. Tujuannya tentu jelas untuk membangun sistem pertanian yang berkelanjutan. Nyatanya, Provinsi Bali juga dikenal memiliki tradisi pertanian organik berbasis budaya terbaik di Indonesia. Berusaha mengembangkan ketahanan pangan organik menuju Bali Agriculture Tourism. Namun, tetap saja ada hambatan untuk mengembangkan sistem pertanian organik di Bali. Terutama soal distribusi produk dan pemasaran. Hubungan antara petani sebagai produsen, pengusaha sebagai distributor, dan masyarakat sebagai konsumen belum terintegrasi satu sama lain. Padahal produk organik yang dihasilkan sudah maksimal. CROWDE hadir sebagai partner yang memiliki kesamaan visi-misi dengan Balai Belajar Bali. CROWDE berusaha menjadi penghubung antara produsen, distributor, serta konsumen untuk produk organik ini. Agar hasil produk pertanian organik bisa muncul ke pasar yang lebih luas. Otomatis, akan menambah semangat para petaninya untuk mengembangkan sistem pertanian organik. Mengingat belakangan ini, permintaan akan produk organik semakin tinggi. Seiring dengan bertambahnya peminat yang menjalankan pola hidup sehat. Tidak terkecuali permintaan akan produk organik yang datang dari banyak hotel, restoran, dan pusat perbelanjaan di Bali. Dari pada impor, Bali juga memiliki potensi untuk bisa memproduksi sendiri, yang kualitasnya tidak kalah dengan produk impor.   The post Bersama Balai Belajar Bali, CROWDE Ikut Memajukan Sistem Pertanian Organik appeared first on Crowde Blog.

Majukan Pertanian Dalam Negeri, CROWDE Akan Gandeng Pemerintah Daerah Muba

Beberapa waktu lalu, CROWDE mendapat kunjungan dari Bapak Beni Hernedi selaku Wakil Bupati Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan, dan Dicki Meiriando selaku Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muba. Keduanya sangat mengapresiasi kerja keras CROWDE selama ini. Membantu menyelesaikan masalah permodalan petani, yang ternyata juga menjadi kendala terbesar bagi para petani di daerah tersebut dalam mengembangkan usaha pertaniannya. Kabupaten Muba, Sumatera Selatan – dikenal memiliki komoditas unggulan berupa kelapa sawit. Namun, karena keterbatasan modal usaha, para petani di sana sulit mengembangkan potensi yang ada. Sehingga, CROWDE mendapat kesempatan untuk berkolaborasi dengan pemerintah Musi Banyuasin dalam tujuan mencapai peningkatan produksi pertanian di wilayah tersebut.  CROWDE diharap mampu memecahkan persoalan akses permodalan petani. Agar tidak ada lagi petani yang mengeluh sulit mendapat permodalan saat akan menjalankan proyek usahanya. Dengan begitu, petani bisa makin sejahtera dan lebih bersemangat mengembangkan usaha pertanian di Kabupaten Muba. Cita-cita untuk bisa mewujudkan sebuah ekonomi inklusif di industri pertanian, tidak lagi hanya mimpi.  Kabupaten Muba dikenal memiliki motto Serasan Sekate. Yang menunjukkan bahwa masyarakat di sana selalu mengutamakan kerukunan dan gotong royong. Mereka juga sangat bersemangat dalam menjalankan usaha pertanian. Karena prinsip tersebut, CROWDE dengan senang hati menyambut itikad baik mereka untuk bersama-sama memajukan sektor pertanian dalam negeri. Selama ini, kehadiran CROWDE tidak hanya berfokus pada petani saja, namun juga membantu menemukan permasalahan di sektor pertanian, dan berupaya memberikan solusinya. Tidak berhenti pada permodalan, CROWDE juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya petani agar siap menjadi agropreneur. Edukasi disampaikan melalui paguyuban petani setempat dengan mengajarkan bagaimana cara mengatur keuangan di dalam bisnis usaha pertanian, menciptakan produk turunan yang bisa meningkatkan profit, serta mengedukasi agar bisa berkolaborasi secara baik dengan petani lain. Output yang diharapkan, petani mampu meningkatkan hasil produksinya, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Sehingga petani bisa hidup lebih mapan, dan akan terus mengembangkan usaha taninya. Khusus untuk pemodal, CROWDE selalu berupaya meningkatkan layanan dengan melakukan transparansi terhadap aktivitas permodalan. Sehingga pemodal dapat dengan jelas mengetahui kemana dana investasi mereka disalurkan. Bahkan para pemodal bisa memantaunya secara mandiri melalui aplikasi di smartphone.   Sektor pertanian memang menjadi tulang punggung kehidupan di Indonesia. Kalau bukan penduduknya yang memberi dukungan, siapa lagi? Kepercayaan yang diberikan para pemodal kepada CROWDE sangatlah berharga. Karena itu, kami bertanggung jawab untuk membuat sektor pertanian di Indonesia jadi lebih baik lagi. Yuk, ikut gabung di sini! The post Majukan Pertanian Dalam Negeri, CROWDE Akan Gandeng Pemerintah Daerah Muba appeared first on Crowde Blog.

Media Kit

Unduh media kit CROWDE dengan klik tautan dibawah ini

Media yang Percaya dan Mempublikasikan Kami